Sunday, April 27, 2014

JODY DAN ANIEK oleh Ustaz Yusuf Mansur ( Sepenggal “Hikmah” dari Koran Republika, 28 Oktober 2013 )


      “ Saya mau buka rumah Tahfiz, Ustaz ” kata Jody dan Aniek, sekitar 2 tahun 
lalu. Saya ini sudah “agak lama” melupakan prinsip “ Allah dulu, Allah lagi, Allah terus “. Semoga, dengan menulis kembali hal ini saya juga kembali memakai prinsip “ Allah dulu, Allah lagi, Allah terus “.
     Saat itu, saat saya masih tidak mengandalkan ikhtiar dan sebab sebab di luar Allah. Jawaban saya, Allah banget. “ Ke Allah saja dulu “. Begitu kira kira jawaban saya atas pertanyaan seperti Jody dan Aniek. Intinya, jangan mengandalkan selain Allah. Baik itu sumber daya duit, alam, manusia. Jangan.
Andalkan Allah saja.

     Biasanya manusia bisa full ke Allah saat memang sudah nggak ada yang lain kecuali Allah. Baru deh ke Allah. “ Ya Allah, ke mana lagi saya berharap kecuali kepada Engkau ? Pintu lain udah tertutup “. Begitu rintihan kita. Ya, Alhamdulillah, daripada tidak sama sekali. Saya suka bicara ini. Menghidupkan kembali sisi tauhid saya, sisi iman saya. Bahwa Allah itu benar benar tidak memerlukan yang lain. Untuk pendirian rumah Tahfiz, kalau sudah begini, sama saja dengan semua urusan di muka bumi ini. Bila masih merasa perlu modal, peran Allah jadi tidak ada.
     Saya mau buka rumah Tahfiz ? Tapi gimana ya ? Uang ngga ada ? Nah, bukan begini. Ada Allah, kok pake nanya, pake perlu akan uang ? Karena itu jawaban saya atas Jody dan Aniek, “ Saya mau buka rumah Tahfiz, Ustaz “.
Maka jawaban saya mantab : “ Ke Allah saja. Minta sama Allah caranya. Minta sama Allah diajarin. Minta sama Allah ditunjukin ”. Termasuk, urusan mencari ustaznya, santrinya dan lainnya. Tidak perlu punya pengalaman juga, yang penting punya Allah.
     Jody dan Aniek kemudian mengandalkan niat yang tulus ikhlas, doa, shalat shalat. Mohon petunjuk. Lalu, jalan dan mulai saja. Hasilnya ? Subhanallah, tujuh sampai delapan rumah Tahfiz lahir. Bahkan, ada rumah Tahfiz special, rumah Tahfiz badminton. Santrinya berprestasi hingga tingkat nasional. Padahal, saat memulai mereka tidak punya apa apa dan tidak punya siapa siapa, khususnya bila terkait dengan ilmu dan pengalaman tahfiz.


     Saat ini beliau berdua sedang membangun hotel Tahfiz dan beragam program bergengsi di bidang tahfiz untuk syiar dan dakwah tahfiz.


     Memaknai untaian kalimat di atas, jelaslah bagi kita bahwa sebelum kita bertindak, apapun yang kita mau sebelum kita meminta pertolongan orang lain, jelas Allah harus lebih didahulukan. Jangan sampai usaha kita sudah mentok, baru kita minta ke Allah, terbalik !



     Mau mendapat arisan misalnya, mau punya rumah, mau minta jodoh ataupun keturunan, mau punya penghasilan, mau punya usaha, mau naik haji, mau mencari sekolah yang baik untuk anak, mau sembuh dari sakit, mau punya mobil, mau buat acara yang sukses atau keinginan keinginan lain yang sepele hingga impian yang sepertinya mustahil, maka minta ke Allah dulu : mohon diberikan petunjuk untuk mendapatkannya, baru deh usaha.

Semoga kita semua selalu diberi kekuatan untuk tidak mudah putus asa atas rahmat Allah. Aminnnn.


No comments:

Post a Comment